Lihat Detail
Guru Profesi yang Tidak "Menjanjikan" ( Bag. 2)
Apakah anda berminat menjadi seorang guru? maka penting untuk mengetahui sekelumit kehidupan guru. Sambungan dari artikel saya sebelumnya Gu...
Baca Selengkapnya...
Artikel
Apakah anda berminat menjadi seorang guru? maka penting untuk mengetahui sekelumit kehidupan guru. Sambungan dari artikel saya sebelumnya Guru Profesi yang Tidak "Menjanjikan" ( Bag. 1). Silakan baca dari awal jika punya waktu.
Sekali lagi, kehidupan seorang guru telah berubah dari zaman ke zaman, dahulu begitu dihormati, dipandang sebagai orang yang bijaksana hingga orangyang menjadi tempat bertanya segala permasalahan. Meskipun kita tahu bahwa seorang guru bukanlah manusia super yang bisa tahu segala hal sekaligus.
Setidaknya gambaran tersebut cukup untuk menunjukkan posisi seorang guru dalam masyarakat Indonesia yang memang menjunjung tinggiorang yang layak untuk dihormati. Namun sekarang, guru tidak lebih dari sekadar profesi mengajar di sebuah lembaga pendidikan.
Terlalu banyak faktor jika ditanyakan "kenapa demikian?" Salah satunya adalah penjelasa saya di bagian pertama tulisan ini, yaitu rendahnya penghasilan sebagai seorang guru.
Pada masyarakat sampai berkembang pernyataan "kalau mau kaya jangan jadi guru", akhirnya saya mengerti sekali akan pernyataan ini. Karena memang (hampir) mustahil untuk bisa kaya dengan profesi guru. Jika ada yang kebetulan kaya, maka tidak lebih dari 2 kemungkinan. Pertama, guru tersebut punya usaha sampingan yang menghasilkan lebih banyak sehingga usaha tersebutlah yang menopang finansial sembari "nyambil" sebagai seorang guru. Kedua, memang berasal dari keluarga (orang tua) kaya, sehingga sudah punya aset produktif sembari "nyambil" sebagai seorang guru.
Sebenarnya sudah banyak langkah kebijakan yang diambil pemerintah guna mengatasi hal ini, mulai dari program sertifikasi, insentif dan semacamnya. Namun di lapangan, yang menikmatinya hanya segelintir dan bahkan kurang efektif dari segi hasil kebijakan tersebut. Sebagian besar lainnya hanya bersabar dan menunggu "nasib" untuk bisa merasakan sedikit manisnya profesi tersebut.
Lantas mengapa masih banyak orang yang berprofesi sebagai guru sekarang?
Ada beberapa kemungkinan menurut saya pribadi.
Pertama, memang sudah passion orang tersebut menjadi seorang tenaga pendidik, sehingga dia bisa dengan sabar dengan keadaan yang ada. Jika orang tersebut seorang guru PNS maka lebih mudah lagi.
kedua, terjebak di pekerjaan sebagai seorang guru. Maksudnya adalah ketika seseorang sudah mengambil kuliah di fakultas pendidikan, maka otomatis ijazahnya hanya diakui di dunia pendidikan, tidak di lainnya. Akhirnya yang bisa di tekuni profesi guru saja. Walaupun mungkin dalam hati kecil ada rasa ingin pindah profesi lain, namun berbagai macam pertimbangan membuatnya bertahan dengan profesi guru.
Akhir dari tulisan ini penulis ingin menekankan bahwa profesi guru tidaklah seindah julukan "pahlawan tanpa tanda jasa". Namun Sebagian besar guru memiliki kesabaran luar biasa, khususnya jika dia di posisi kepala keluarga sehingga masih bisa dengan tulus mengabdi pada negeri. Mendidik dan berupaya mencerdaskan generasi penerus walau kadang semakin berat tuntutan zaman.
Semua pihak turut andil dalam pendidikan bangsa ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa gurulah yang menjadi barisan terdepan dalam prosesnya. Untuk itulah hendaknya pemerintah, orang tua, masyarakat, bahkan siswa itu sendiri mulai memikirkan dan bertindak untuk menyelamatkan "guru" ini. Karena bukan mustahil jika keadaan terus seperti ini, anak muda tidak tertarik menjadi guru atau sebatas sampingan saja. Hal ini tentu saja akan berakibat fatal bagi generasi penerus bangsa ini.
![]() |
| Guru Profesi yang Tidak "Menjanjikan" |
Sekali lagi, kehidupan seorang guru telah berubah dari zaman ke zaman, dahulu begitu dihormati, dipandang sebagai orang yang bijaksana hingga orangyang menjadi tempat bertanya segala permasalahan. Meskipun kita tahu bahwa seorang guru bukanlah manusia super yang bisa tahu segala hal sekaligus.
Setidaknya gambaran tersebut cukup untuk menunjukkan posisi seorang guru dalam masyarakat Indonesia yang memang menjunjung tinggiorang yang layak untuk dihormati. Namun sekarang, guru tidak lebih dari sekadar profesi mengajar di sebuah lembaga pendidikan.
Terlalu banyak faktor jika ditanyakan "kenapa demikian?" Salah satunya adalah penjelasa saya di bagian pertama tulisan ini, yaitu rendahnya penghasilan sebagai seorang guru.
Pada masyarakat sampai berkembang pernyataan "kalau mau kaya jangan jadi guru", akhirnya saya mengerti sekali akan pernyataan ini. Karena memang (hampir) mustahil untuk bisa kaya dengan profesi guru. Jika ada yang kebetulan kaya, maka tidak lebih dari 2 kemungkinan. Pertama, guru tersebut punya usaha sampingan yang menghasilkan lebih banyak sehingga usaha tersebutlah yang menopang finansial sembari "nyambil" sebagai seorang guru. Kedua, memang berasal dari keluarga (orang tua) kaya, sehingga sudah punya aset produktif sembari "nyambil" sebagai seorang guru.
Sebenarnya sudah banyak langkah kebijakan yang diambil pemerintah guna mengatasi hal ini, mulai dari program sertifikasi, insentif dan semacamnya. Namun di lapangan, yang menikmatinya hanya segelintir dan bahkan kurang efektif dari segi hasil kebijakan tersebut. Sebagian besar lainnya hanya bersabar dan menunggu "nasib" untuk bisa merasakan sedikit manisnya profesi tersebut.
Lantas mengapa masih banyak orang yang berprofesi sebagai guru sekarang?
Ada beberapa kemungkinan menurut saya pribadi.
Pertama, memang sudah passion orang tersebut menjadi seorang tenaga pendidik, sehingga dia bisa dengan sabar dengan keadaan yang ada. Jika orang tersebut seorang guru PNS maka lebih mudah lagi.
kedua, terjebak di pekerjaan sebagai seorang guru. Maksudnya adalah ketika seseorang sudah mengambil kuliah di fakultas pendidikan, maka otomatis ijazahnya hanya diakui di dunia pendidikan, tidak di lainnya. Akhirnya yang bisa di tekuni profesi guru saja. Walaupun mungkin dalam hati kecil ada rasa ingin pindah profesi lain, namun berbagai macam pertimbangan membuatnya bertahan dengan profesi guru.
Akhir dari tulisan ini penulis ingin menekankan bahwa profesi guru tidaklah seindah julukan "pahlawan tanpa tanda jasa". Namun Sebagian besar guru memiliki kesabaran luar biasa, khususnya jika dia di posisi kepala keluarga sehingga masih bisa dengan tulus mengabdi pada negeri. Mendidik dan berupaya mencerdaskan generasi penerus walau kadang semakin berat tuntutan zaman.
Semua pihak turut andil dalam pendidikan bangsa ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa gurulah yang menjadi barisan terdepan dalam prosesnya. Untuk itulah hendaknya pemerintah, orang tua, masyarakat, bahkan siswa itu sendiri mulai memikirkan dan bertindak untuk menyelamatkan "guru" ini. Karena bukan mustahil jika keadaan terus seperti ini, anak muda tidak tertarik menjadi guru atau sebatas sampingan saja. Hal ini tentu saja akan berakibat fatal bagi generasi penerus bangsa ini.
Lihat Detail
Guru Profesi yang Tidak "Menjanjikan" (Bag. 1)
suka duka guru Sebagian besar kita ketika kecil jika ditanya "apa cita-cita kalau sudah besar nanti?" maka hampir bisa ditebak j...
Baca Selengkapnya...
Sebagian besar kita ketika kecil jika ditanya "apa cita-cita kalau sudah besar nanti?" maka hampir bisa ditebak jawabannya kalau tidak dokter, pilot, polisi/tentara. Sebagian kecil akan menjawab jadi guru, barangkali si anak terisnspirasi oleh kebaikan gurunya ketika masih SD. Sejak awal sudah tertanam dalam benak kita bahwa menjadi guru bukanlah profesi pilihan utama bagi sebagian besar kita.
Penulis sendiri tidak ingat persis jawaban jika ditanya cita-cita seperti di atas. Namun entah bagaimana garis kehidupan membuat penulis menjadi seorang guru untuk saat ini. Sekitar 8 Tahun sudah menggeluti profesi ini dan sudah mulai mengerti asam garamnya menjadi seorang guru.
Berawal dari keterbatasan biaya untuk bisa kuliah, akhirnya memutuskan untuk mengambil akultas keguruan karena biayanya cukup terjangkau dibandingkan dengan fakultas lainnya kala itu.
Ketika kuliah pun mulai belajar untuk mencari pekerjaan yang tidak jauh dari dunia pendidikan, alhasil beberapa tempat bimbel dan privat pun dilakoni. Perlahan namun pasti akhirnya jiwa sebagai seorang pendidik mulai terpatri di dalam diri.
Bicara masalah profesi guru, adalah salah satu dilema menurut penulis sendiri. Kalau mau jujur, profesi guru hampir mustahil untuk bertahan hidup layak saat ini. Makanya sebagian besar guru pastilah punya usaha sampingan selain mengajar di sekolah.
Sebagian guru beruntung karena sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil karena setidaknya biaya kehidupan keluarga hingga tua masih "terjamin". sebagian lainnya lagi beruntung karena bekerja di instansi swasta yang sudah bonafide. Sehingga bisa mendapat upah lumayan untuk kehidupannya. Bahkan sebagian tertentu isntansi ini lebih menggiurkan daripada PNS.
Tapi sebagian besar guru hidup dibawah bayang-bayang "honorer". Masih lebih baik jika yang dimaksud adalah "honorer pemerintah/daerah", kenyataannya honorer yang dimaksud adalah guru yang dibayar honornya seadanya. Honor yang dibayarkan saat dana BOS (Bantuan Operasional Komputer) yang notabene 3 bulan sekali (kalau lancar). Atau honor hasil sumbangan/patungan para guru PNS di sekolahnya jika mereka dapat tunjangan. Lebih kepada belas kasihan rekan sejawat saja jika begini.
Nominalnya? sebagian besar Rp. 300.000,- perbulan, jika beruntung dapat sampai 1,5 jt perbulan. Namun jangan harap rutin tiap bulan. Kondisi ini membuat "gali lobang tutup lobang" seorang guru honorer menjadi hal yang lumrah. Bahkan mungkin bisa bertahan hidup mengandalkan hutang dari warung tetangga yang masih mau mengerti dengan keadaannya. Lagi-lagi, lebih kepada belas kasihan tetangga.
Tidak kita pungkiri bahwa zaman sekarang, profesi guru bukanlah lagi profesi dihormati seperti orang tua kita dahulu. Guru hanyalah profesi yang bisa dibanggakan di lisan saja, sebagai pemanis ucapan untuk mengundang simpati orang. Salah satu penyebabnya adalah bahwa seorang guru tidak bisa lagi 100% mendedikasikan dirinya untuk pendidikan. Pikiran harus terbagi dengan bagaiman cara memenuhi nafkah keluarga.
Oleh karena itu tidak heran jika banyak kejadian guru mulai abai dengan siswanya, atau kalaupun masih peduli, hanya sebatas aturan formal di sekolah saja. Disisi lain, siswa mulai kehilangan panutannya, bahkan justru sebagian orang tua sendiri yang mengajarkan untuk tidak menghormati gurunya. Ini menjadi semacam lingkaran setan yang tidak kunjung ketemu ujungnya.
Tentu saja tidak sesederhana itu kita mencari solusinya.
Yang ingin penulis sampaikan di sini tidak lain hanyalah sepenggal kisah tentang guru yang galau dengan kehidupannya. Tulisan ini sekadar menambah deretan panjang tentang keluh kesah guru yang dari waktu ke waktu terus bertambah.
Walaupun demikian, masih banyak insan mulia yang dengan sabar terus mendidik generasi muda bangsa ini. Mereka diam, mereka "menerima" apa adanya dengan ikhlas. Tapi sebagai bangsa yang besar tidakkah kita tergerak memikirkan nasib mereka?
Bersambung.
Artikel
![]() |
| suka duka guru |
Penulis sendiri tidak ingat persis jawaban jika ditanya cita-cita seperti di atas. Namun entah bagaimana garis kehidupan membuat penulis menjadi seorang guru untuk saat ini. Sekitar 8 Tahun sudah menggeluti profesi ini dan sudah mulai mengerti asam garamnya menjadi seorang guru.
Berawal dari keterbatasan biaya untuk bisa kuliah, akhirnya memutuskan untuk mengambil akultas keguruan karena biayanya cukup terjangkau dibandingkan dengan fakultas lainnya kala itu.
Ketika kuliah pun mulai belajar untuk mencari pekerjaan yang tidak jauh dari dunia pendidikan, alhasil beberapa tempat bimbel dan privat pun dilakoni. Perlahan namun pasti akhirnya jiwa sebagai seorang pendidik mulai terpatri di dalam diri.
Bicara masalah profesi guru, adalah salah satu dilema menurut penulis sendiri. Kalau mau jujur, profesi guru hampir mustahil untuk bertahan hidup layak saat ini. Makanya sebagian besar guru pastilah punya usaha sampingan selain mengajar di sekolah.
Sebagian guru beruntung karena sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil karena setidaknya biaya kehidupan keluarga hingga tua masih "terjamin". sebagian lainnya lagi beruntung karena bekerja di instansi swasta yang sudah bonafide. Sehingga bisa mendapat upah lumayan untuk kehidupannya. Bahkan sebagian tertentu isntansi ini lebih menggiurkan daripada PNS.
Tapi sebagian besar guru hidup dibawah bayang-bayang "honorer". Masih lebih baik jika yang dimaksud adalah "honorer pemerintah/daerah", kenyataannya honorer yang dimaksud adalah guru yang dibayar honornya seadanya. Honor yang dibayarkan saat dana BOS (Bantuan Operasional Komputer) yang notabene 3 bulan sekali (kalau lancar). Atau honor hasil sumbangan/patungan para guru PNS di sekolahnya jika mereka dapat tunjangan. Lebih kepada belas kasihan rekan sejawat saja jika begini.
Nominalnya? sebagian besar Rp. 300.000,- perbulan, jika beruntung dapat sampai 1,5 jt perbulan. Namun jangan harap rutin tiap bulan. Kondisi ini membuat "gali lobang tutup lobang" seorang guru honorer menjadi hal yang lumrah. Bahkan mungkin bisa bertahan hidup mengandalkan hutang dari warung tetangga yang masih mau mengerti dengan keadaannya. Lagi-lagi, lebih kepada belas kasihan tetangga.
Tidak kita pungkiri bahwa zaman sekarang, profesi guru bukanlah lagi profesi dihormati seperti orang tua kita dahulu. Guru hanyalah profesi yang bisa dibanggakan di lisan saja, sebagai pemanis ucapan untuk mengundang simpati orang. Salah satu penyebabnya adalah bahwa seorang guru tidak bisa lagi 100% mendedikasikan dirinya untuk pendidikan. Pikiran harus terbagi dengan bagaiman cara memenuhi nafkah keluarga.
Oleh karena itu tidak heran jika banyak kejadian guru mulai abai dengan siswanya, atau kalaupun masih peduli, hanya sebatas aturan formal di sekolah saja. Disisi lain, siswa mulai kehilangan panutannya, bahkan justru sebagian orang tua sendiri yang mengajarkan untuk tidak menghormati gurunya. Ini menjadi semacam lingkaran setan yang tidak kunjung ketemu ujungnya.
Tentu saja tidak sesederhana itu kita mencari solusinya.
Yang ingin penulis sampaikan di sini tidak lain hanyalah sepenggal kisah tentang guru yang galau dengan kehidupannya. Tulisan ini sekadar menambah deretan panjang tentang keluh kesah guru yang dari waktu ke waktu terus bertambah.
Walaupun demikian, masih banyak insan mulia yang dengan sabar terus mendidik generasi muda bangsa ini. Mereka diam, mereka "menerima" apa adanya dengan ikhlas. Tapi sebagai bangsa yang besar tidakkah kita tergerak memikirkan nasib mereka?
Bersambung.
Lihat Detail
Struktur Kurikulum 2013 Versi 2018
Struktur Kurikulum 2013 Versi 2018 IDP-Blog . Tidak terasa Tahun pelajaran baru 2018-2019 telah menyongsong dunia pendidikan Indonesia. Hal ...
Baca Selengkapnya...
IDP-Blog. Tidak terasa Tahun pelajaran baru 2018-2019 telah menyongsong dunia pendidikan Indonesia. Hal ini berarti segudang persiapan harus mulai dilakukan oleh para guru dan siswa.
Salah satu tugas penting bagi guru khususnya yang diberikan tangggung jawab sebagai waka kurikulum adalah menyusun jadwal pelajaran ditahun pelajaran baru ini.
kali ini admin ingin membagikan susunan Struktur Kurikulum 2013 Versi 2018 beserta perubahannya dari tahun-tahun sebelumnya.
untuk lebih jelasnya langsung saja silakan download filenya (dalam bentuk PDF) di sini
Penjelasan perubahannya bisa di download di sini
Nah demikian artikel kali ini tentang Struktur Kurikulum 2013 Versi 2018 Semoga bermanfaat.
Artikel
![]() |
| Struktur Kurikulum 2013 Versi 2018 |
IDP-Blog. Tidak terasa Tahun pelajaran baru 2018-2019 telah menyongsong dunia pendidikan Indonesia. Hal ini berarti segudang persiapan harus mulai dilakukan oleh para guru dan siswa.
Salah satu tugas penting bagi guru khususnya yang diberikan tangggung jawab sebagai waka kurikulum adalah menyusun jadwal pelajaran ditahun pelajaran baru ini.
kali ini admin ingin membagikan susunan Struktur Kurikulum 2013 Versi 2018 beserta perubahannya dari tahun-tahun sebelumnya.
untuk lebih jelasnya langsung saja silakan download filenya (dalam bentuk PDF) di sini
Penjelasan perubahannya bisa di download di sini
Nah demikian artikel kali ini tentang Struktur Kurikulum 2013 Versi 2018 Semoga bermanfaat.
Lihat Detail
Tips Anti Galau Bagi Lulusan SMK
Assalamu'alaikum. IDP-Blog . Bagi adik-adik yang tahun ini lulus dari bangku SMK atau MAK (bukan SMA/MA), apapun jurusannya, ada baiknya...
Baca Selengkapnya...
Artikel
Assalamu'alaikum.
IDP-Blog. Bagi adik-adik yang tahun ini lulus dari bangku SMK atau MAK (bukan SMA/MA), apapun jurusannya, ada baiknya perhatikan beberapa tips berikut agar tidak galau menghadapi masa depan nantinya.
Secara umum, setelah lulus SMK/MAK ada 2 pilihan besar yang bisa diambil oleh adik-adik, yaitu lanjut kuliah atau langsung bekerja. Nah, bagi kalian yang ingin menyambung studi bisa menyimak baik-baik tips-tips memilih kampus.
Fokus pembahasan admin kali ini adalah pilihan kedua, yaitu setelah lulus langsung bekerja.
Tentunya lulusan SMK memiliki kelebihan khusus dibandingkan dengan lulusan SMA. Sejatinya lulusan SMK memang diarahkan untuk menjadi pribadi yang siap kerja. Oleh karena itulah banyak lulusan SMP sederajat memilih melanjutkan ke jenjang SMK, karena memang berniat tidak kuliah lagi nantinya..
Berikut tips bagi lulusan SMK yang mudah-mudahan bisa menginspirasi.
1. Melamar di tempat magang/prakerin
Inilah salah satu kelebihan yang menurut admin sangat menonjol dari SMK. Adanya proses magang di perusahaan/instansi tertentu dalam proses pembelajarannya. Jika kalian dahulu punya reputasi bagus ketika magang, admin yakin tidak ada salahnya jika kalian mencoba mendatangi kembali tempat magang kalian dahulu untuk mencari informasi tentang pekerjaan.
Setidaknya tanyakan kepada senior/pembimbing kalian dahulu adakah membutuhkan tenaga kalian. Karena mereka sudah tahu kemampuan kalian ketika magang dahulu.
catatan : Akan menjadi masalah jika dahulu ketika magang kalian menunjukkan perilaku yang tidak baik. Oleh karena itu bagi siswa/siswi SMK hendaknya memanfaatkan masa-masa magang sebaik mungkin untuk membangun reputasi kalian sendiri. Jangan merusak kesempatan yang diberikan.
Seandainya di tempat magang tidak menerima tenaga kerja, kalian bisa titipkan nomor telepon/kontak untuk memastikan bahwa kalian siap dihubungi ketika dibutuhkan. Bisa juga kalian minta bantuan senior-senior atau pembimbing ketika magang untuk mencari informasi tentang lowongan pekerjaan, setidaknya mereka bisa merekomendasikan kalian (jika mereka tahu kemampuan kalian) kepada instansi lainnya.
2. Bikin usaha bersama
Jika tips pertama tidak berhasil, maka tips kedua ini admin yakin bisa dilakukan asalkan ada kemauan & kesungguhan kalian sebagai Alumni SMK. Diantara teman-teman satu angkatan pastilah punya kelebihan satu sama lain. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk membangun usaha bersama.
Contohnya, lulusan teknik sepeda motor, bisa coba bekerja sama membuat bengkel kecil, tambal ban & ganti oli dulu. Manfaatkan rekan yang punya tanah/tempat lokasi yang mudah diakses atau yang banyak dilalui orang. Mulailah usaha kecil dahulu sehingga tidak butuh modal besar dan resiko juga kecil.
3. Mengikuti kursus atau pelatihan skill tertentu
Bagi lulusan SMK yang mungkin tidak memiliki biaya untuk kuliah namun masih ingin mengenyam pendidikan lebih lanjut bisa mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). BLK atau yang semacamnya biasanya ada di setiap provinsi karena BLK merupakan program pemerintah untuk meningkatkan SDM Masyarakat. Ada beberapa jenis BLK, mulai yang beasiswa penuh (bahkan diberi uang saku), ada juga BLK mandiri (bayar sendiri). BLK menjadi pilihan tepat karena selain biaya lebih murah, waktu pendidikan juga relatif tidak lama, sekitar 3 bulan saja. Namun yang paling utama adalah melalui BLK kalian bisa disalurkan ke perusahan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan BLK tersebut. Minimal dapat ilmu baru untuk bisa buka usaha sendiri.
Nah, demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.
IDP-Blog. Bagi adik-adik yang tahun ini lulus dari bangku SMK atau MAK (bukan SMA/MA), apapun jurusannya, ada baiknya perhatikan beberapa tips berikut agar tidak galau menghadapi masa depan nantinya.
Secara umum, setelah lulus SMK/MAK ada 2 pilihan besar yang bisa diambil oleh adik-adik, yaitu lanjut kuliah atau langsung bekerja. Nah, bagi kalian yang ingin menyambung studi bisa menyimak baik-baik tips-tips memilih kampus.
| Tips Anti Galau Bagi Lulusan SMK |
Fokus pembahasan admin kali ini adalah pilihan kedua, yaitu setelah lulus langsung bekerja.
Tentunya lulusan SMK memiliki kelebihan khusus dibandingkan dengan lulusan SMA. Sejatinya lulusan SMK memang diarahkan untuk menjadi pribadi yang siap kerja. Oleh karena itulah banyak lulusan SMP sederajat memilih melanjutkan ke jenjang SMK, karena memang berniat tidak kuliah lagi nantinya..
Berikut tips bagi lulusan SMK yang mudah-mudahan bisa menginspirasi.
1. Melamar di tempat magang/prakerin
Inilah salah satu kelebihan yang menurut admin sangat menonjol dari SMK. Adanya proses magang di perusahaan/instansi tertentu dalam proses pembelajarannya. Jika kalian dahulu punya reputasi bagus ketika magang, admin yakin tidak ada salahnya jika kalian mencoba mendatangi kembali tempat magang kalian dahulu untuk mencari informasi tentang pekerjaan.
Setidaknya tanyakan kepada senior/pembimbing kalian dahulu adakah membutuhkan tenaga kalian. Karena mereka sudah tahu kemampuan kalian ketika magang dahulu.
catatan : Akan menjadi masalah jika dahulu ketika magang kalian menunjukkan perilaku yang tidak baik. Oleh karena itu bagi siswa/siswi SMK hendaknya memanfaatkan masa-masa magang sebaik mungkin untuk membangun reputasi kalian sendiri. Jangan merusak kesempatan yang diberikan.
Seandainya di tempat magang tidak menerima tenaga kerja, kalian bisa titipkan nomor telepon/kontak untuk memastikan bahwa kalian siap dihubungi ketika dibutuhkan. Bisa juga kalian minta bantuan senior-senior atau pembimbing ketika magang untuk mencari informasi tentang lowongan pekerjaan, setidaknya mereka bisa merekomendasikan kalian (jika mereka tahu kemampuan kalian) kepada instansi lainnya.
2. Bikin usaha bersama
Jika tips pertama tidak berhasil, maka tips kedua ini admin yakin bisa dilakukan asalkan ada kemauan & kesungguhan kalian sebagai Alumni SMK. Diantara teman-teman satu angkatan pastilah punya kelebihan satu sama lain. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk membangun usaha bersama.
Contohnya, lulusan teknik sepeda motor, bisa coba bekerja sama membuat bengkel kecil, tambal ban & ganti oli dulu. Manfaatkan rekan yang punya tanah/tempat lokasi yang mudah diakses atau yang banyak dilalui orang. Mulailah usaha kecil dahulu sehingga tidak butuh modal besar dan resiko juga kecil.
3. Mengikuti kursus atau pelatihan skill tertentu
Bagi lulusan SMK yang mungkin tidak memiliki biaya untuk kuliah namun masih ingin mengenyam pendidikan lebih lanjut bisa mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). BLK atau yang semacamnya biasanya ada di setiap provinsi karena BLK merupakan program pemerintah untuk meningkatkan SDM Masyarakat. Ada beberapa jenis BLK, mulai yang beasiswa penuh (bahkan diberi uang saku), ada juga BLK mandiri (bayar sendiri). BLK menjadi pilihan tepat karena selain biaya lebih murah, waktu pendidikan juga relatif tidak lama, sekitar 3 bulan saja. Namun yang paling utama adalah melalui BLK kalian bisa disalurkan ke perusahan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan BLK tersebut. Minimal dapat ilmu baru untuk bisa buka usaha sendiri.
Nah, demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Lihat Detail
Tips Lengkap Memilih Kampus Secara Bijaksana (Bag.2)
Assalamu'alaikum. IDP-Blog . Pada kesempatan ini admin ingin share lanjutan dari artikel sebelumnya . Tips Lengkap Memilih Kampus Secara...
Baca Selengkapnya...
Artikel
Lihat Detail
Tips Lengkap Memilih Kampus Secara Bijaksana (Bag. 1)
Assalamualaikum. IDP-Blog. Dengan berakhirnya tahun pelajaran 2017/2018 maka siswa-siswi kelas XII biasanya mulai sibuk untuk mencari tempa...
Baca Selengkapnya...
Artikel
Lihat Detail
Penyebab Jenuh Blogging
Assalamu ’alaikum. Setelah sekian lama tidak update Blog ini ada rasa khawatir bahwa ini akan menjadi hal yang buruk jika dibiarkan. Oleh ka...
Baca Selengkapnya...
Artikel
Assalamu’alaikum. Setelah sekian lama tidak update Blog ini ada rasa khawatir bahwa ini akan menjadi hal yang buruk jika dibiarkan. Oleh karena itu admin ingin menyampaikan bahwa blog ini masih tetap aktif khususnya untuk jasa pembuatan RPP untuk rekan-rekan guru sekalian.
![]() |
| Jenuh Blogging |
Ada beberapa alasan mengapa saya tidak bisa update blog ini, antara lain banyaknya kesibukan sebagai tenaga pengajar di salah satu SMK swasta di kalimantan timur. Dengan jadwal mengajar yang cukup padat, sehingga kesempatan untuk membuka dashboard Blog pun tidak kunjung terpikirkan. Hehe .. sebenarnya ini alasan klasik seorang blogger yang memang biasa kita dengar, khususnya blogger yang sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia Blogging, mungkin juga bisa dikatakan sebagai titik jenuh dalam perjalanan ngeblog.
Benar sekali alasan kedua adalah “jenuh” atau mungkin kata kasarnya “malas” kali ya. Hehe … karena bosan dengan dunia blogging yang tidak kunjung naik traffiknya.. Ada rasa ingin menelantarkan blog ini, namun Alhamdulillah, walaupun tidak seberapa banyak, Blog ini mulai membuahkan “hasil” (walaupun masih sedikit). Hal inilah yang memotivasi saya untuk menulis artikel ini. Tentunya saya berharap artikel ini bisa mengingatkan saya kembali agar menjadi lebih disiplin dalam mengelola blog-blog saya.
Untuk diketahui rekan-rekan sekalian selama ini saya sendirian mengelola beberapa blog saya, sehingga agak kewalahan juga untuk bisa konsisten dalam membuat konten blog, ya, ini alasan ketiga. Terutama dalam memenuhi kebutuhan pesanan RPP makanya sebagian saya tolak karena merasa tidak sanggup mengerjakannya. Untuk masalah ini baru-baru ini saya “mengangkat” asisten untuk memenuhi order RPP ini, yang dia kebetulan saudara saya sendiri. Sehingga kedepannya saya bisa membagi waktu, tenaga dan pikiran untuk development blog ini.
Saya menyadari bahwa ternyata Blog ini memiliki potensi cukup bagus baik untuk hobi pribadi maupun untuk finansial saya. Oleh karena itu kedepannya lebih serius dalam mengelola blog ini. Perlu diketahui saya ngeblog aktif sejak 2012, dengan berbagai macam model blog dan yang sampai saat ini tinggal 2 yang aktif saya pantau. Ternyata benar kata para master blogger, bahwa mengelola blog itu butuh kerja keras, disiplin dan kesabaran. Hingga akhirnya blog ini bisa menghasilkan rupiah demi rupiah butuh pembelajaran 2-3 tahun bagi saya.
Setelah membaca beberapa artikel mengenai ngeblog dan trik-triknya khususnya artikel yang dibuat oleh mas sugeng (blogger yang saya pakai template-nya ini), cukup memotivasi saya untuk menulis kembali. Terima kasih atas kunjungan rekan-rekan semua, mudah-mudahan “cerita” singkat saya di atas bisa bermanfaat, khususnya bagi rekan- rekan blogger juga yang mungkin merasakan hal yang sama dengan saya. Saya berharap bisa saling memotivasi dalam kebaikan.
Lihat Detail
Perangkat Akreditasi SMK 2017
Assalamu'alaikum wr wb. Perangkat Akreditasi SMK 2017 Setelah sekian lama vakum, akhirnya ada kesempatan untuk update kembali blog ini. ...
Baca Selengkapnya...
Artikel
Assalamu'alaikum wr wb.
Setelah sekian lama vakum, akhirnya ada kesempatan untuk update kembali blog ini.
Bagi sekolah yang ingin melaksanakan akreditasi tahun 2017 ini, maka BAN (Badan Akreditasi Nasional) Sekolah/Madrasah telah mengeluarkan perangkat/instrumen Akreditasi terbaru untuk Tahun 2017.
Pada Kesempatan kali ini admin ingin berbagi perangkat/instrumen Akreditasi terbaru Tahun 2017 jenjang SMK/MAK.
File-nya berbentuk PDF dan admin uplad di google drive.
Maka tanpa panjang lebar lagi, bagi rekan-rekan yang membutuhkan perangkat/instrumen Akreditasi terbaru Tahun 2017 (Rev. 02.04.17) jenjang SMK/MAK Silakan download di sini
Di atas kami sediakan link google drive tanpa iklan, tanpa klik ini dan itu guna memudahkan rekan sekalian untuk mendownloadnya.
![]() |
| Perangkat Akreditasi SMK 2017 |
Setelah sekian lama vakum, akhirnya ada kesempatan untuk update kembali blog ini.
Bagi sekolah yang ingin melaksanakan akreditasi tahun 2017 ini, maka BAN (Badan Akreditasi Nasional) Sekolah/Madrasah telah mengeluarkan perangkat/instrumen Akreditasi terbaru untuk Tahun 2017.
Pada Kesempatan kali ini admin ingin berbagi perangkat/instrumen Akreditasi terbaru Tahun 2017 jenjang SMK/MAK.
File-nya berbentuk PDF dan admin uplad di google drive.
Maka tanpa panjang lebar lagi, bagi rekan-rekan yang membutuhkan perangkat/instrumen Akreditasi terbaru Tahun 2017 (Rev. 02.04.17) jenjang SMK/MAK Silakan download di sini
Di atas kami sediakan link google drive tanpa iklan, tanpa klik ini dan itu guna memudahkan rekan sekalian untuk mendownloadnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




